Pernah baru mengiris bawang bombai beberapa detik, lalu mata mulai perih dan air mata keluar tanpa bisa ditahan? Reaksi ini bukan karena bawang sedang “membalas dendam”. Ada proses kimia yang terjadi ketika jaringan bawang rusak oleh pisau, dan hasilnya menghasilkan senyawa yang mengiritasi mata.
Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi efek tersebut tanpa harus membeli alat khusus. Memahami penyebabnya juga membantu kita memilih teknik memotong yang lebih nyaman.
Apa yang terjadi saat bawang dipotong?
Di dalam sel bawang terdapat senyawa sulfur dan enzim yang biasanya terpisah. Ketika pisau memotong jaringan bawang, sel-sel itu pecah dan isi yang sebelumnya terpisah mulai bereaksi. Rangkaian reaksi ini membentuk senyawa volatil yang mudah menguap ke udara.
Salah satu enzim penting dalam proses tersebut adalah alliinase, sementara reaksi lanjutan melibatkan enzim pembentuk faktor lakrimator. Produk akhirnya dikenal sebagai syn-propanethial-S-oxide, senyawa yang dapat mencapai permukaan mata dan memicu saraf sensorik.
Mata merespons iritasi dengan meningkatkan produksi air mata untuk membantu membilas zat tersebut. Jadi, air mata saat mengiris bawang merupakan respons perlindungan alami tubuh, bukan tanda bahwa mata sedang mengalami kerusakan serius.
Kenapa hanya bawang tertentu yang membuat mata lebih pedih?
Kadar senyawa sulfur dan prekursor pembentuknya dapat berbeda menurut varietas bawang, kondisi tumbuh, penyimpanan, dan kesegaran. Karena itu, ada bawang yang terasa lebih tajam dan membuat mata lebih berair daripada bawang lain.
Teknik memotong juga berpengaruh. Pisau yang sangat tumpul cenderung menghancurkan jaringan lebih banyak daripada pisau tajam, sehingga lebih banyak cairan sel dan enzim bercampur. Semakin banyak jaringan yang rusak, semakin besar peluang senyawa volatil terbentuk dan menyebar.
5 cara mengurangi air mata saat mengiris bawang
1. Gunakan pisau yang tajam
Pisau tajam memotong jaringan dengan lebih bersih dan mengurangi tekanan yang menghancurkan sel. Selain membantu mengurangi pelepasan senyawa pemicu air mata, pisau tajam juga membuat pekerjaan lebih cepat dan terkontrol. Tetap gunakan teknik memotong yang aman dan stabil.
2. Dinginkan bawang sebentar
Masukkan bawang ke kulkas selama sekitar 15–30 menit sebelum dipotong. Suhu yang lebih rendah memperlambat penguapan dan penyebaran senyawa volatil. Hindari berharap hasil yang sama dari pembekuan terlalu lama karena tekstur bawang dapat berubah setelah mencair.
3. Aktifkan ventilasi
Potong bawang dekat ventilasi dapur atau gunakan kipas yang mengarahkan udara menjauh dari wajah. Tujuannya bukan menghilangkan reaksi kimia di dalam bawang, melainkan mengurangi jumlah uap yang bergerak menuju mata. Pastikan aliran udara tidak meniup senyawa itu justru ke arah wajah.
4. Sisakan bagian akar sampai terakhir
Banyak orang menyarankan agar bagian akar dipotong paling akhir. Bagian ini memiliki susunan jaringan yang relatif padat, tetapi bukan berarti semua senyawa pemicu air mata hanya berada di akar. Manfaat utamanya adalah mengurangi penanganan dan kerusakan jaringan yang tidak perlu selama proses mengiris.
5. Jangan menggosok mata
Jika mata mulai berair, berhenti sejenak dan menjauh dari area pemotongan. Jangan menggosok mata dengan tangan yang mungkin terkena cairan bawang karena dapat menambah iritasi. Cuci tangan setelah selesai mengiris dan, bila perlu, bilas mata dengan air bersih jika terasa teriritasi.
Apakah membilas bawang dengan air benar-benar membantu?
Membilas permukaan bawang dapat mengurangi sebagian senyawa yang berada di permukaan, tetapi efeknya tidak selalu besar karena reaksi pembentuk senyawa pemicu air mata berlangsung saat jaringan dipotong. Merendam bawang juga bisa memengaruhi rasa dan membuat permukaannya lebih basah, sehingga tidak selalu ideal untuk semua masakan.
Untuk hasil praktis, kombinasi pisau tajam, bawang yang didinginkan sebentar, dan ventilasi yang baik biasanya lebih mudah diterapkan daripada mengandalkan satu trik saja.
Kesimpulan: air mata muncul karena reaksi kimia
Bawang membuat mata berair karena pemotongan merusak sel dan memicu pembentukan senyawa volatil yang mengiritasi mata. Kita tidak bisa sepenuhnya menghentikan proses tersebut, tetapi dapat menguranginya dengan meminimalkan kerusakan jaringan dan menjauhkan uap dari wajah.
Mulailah dengan tiga langkah sederhana: gunakan pisau tajam, dinginkan bawang sebentar, dan pastikan dapur memiliki aliran udara yang baik. Dengan begitu, menyiapkan bumbu sehari-hari bisa terasa lebih nyaman tanpa mengorbankan rasa masakan.
Foto ilustrasi: Caroline Attwood/Unsplash.

